TNI, Polri Terlibat Penutupan Dolly

Tolak Penutupan Dolly

Tolak Penutupan Dolly

Surabaya – Penutupan lokalisasi Dolly yang akan dilakukan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya pada esok hari. Ternyata masih terjadi penolakan pada sebagian besar warga sekitar.

“Kami siap meletakkan jabatan sebagai pengurus kampung,” kata Teguh. “Intimidasi jelang penutupan dilakukan oleh beberapa orang sehingga mengganggu keamanan, dan kami sudah menangkannya serta menyerahkan ke polisi,” tambahnya dalam dengar pendapat di Komisi D bidang Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya.

“Penutupan lokalisasi Dolly seperti dipaksakan bahkan tidak ada sama sekali sosialisasi,” kata Ngadiman Ketua Rukun Warga (RW) 12.

Ketika Baktiono Ketua Komisi D DPRD Surabaya menanyakan, sudah ada pertemuan dengan Tri Rismaharini (Risma) Walikota Surabaya ataupun Supomo Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Surabaya.

Fakta mengejutkan yang dilontarkan perwakilan warga Dolly, ternyata warga tidak pernah sekalipun bertemu dengan keduanya untuk membehas masalah tersebut.

“Kita pernah dikumpulkan di Kecamatan Sawahan, dan ada intruksi yang menyatakan mendukung penutupan lokalisasi Dolly,” kata Teguh.

“Ketika kita tanya konsepnya, Musrik Hariyadi Camat Sawahan malah mengancam serta mengatakan yang tidak setuju akanberahdap dengan jajaran samping,” terangnya.

Berdasar keterangan yang disamaikan oleh beberapa warga. Bahwa Kepolisian Republik Indonesia (Polri) maupun Tentara Nasional Indonesia (TNI) turu serta secara langsung rencana penutupan lokalisasi Dolly.

Hingga berita ini diturunkan dengar pendapat di Komisi D DPRD Surabaya masih berlangsung.