Apakah Itu Merupakan Tradisi Dinas, Terkait MERR IIC

Dedy Prasetyo

Dedy Prasetyo

Surabaya – Terkait pembangunan akses jalan MRR IIC yang bermasalah hingga menjerat beberapa orang di Dinas Pekerjaan Umum dan Bina Marga (DPUBM) Surabaya oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya.

Membuat Dedy Parsetyo anggota Komisi C bidang Pembangunan (Pemb) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya angkat bicara.

“Pembangunan tersebut seharusnya melibatkan tim apraisal independen,” tambahnya. “Jadi tim indepensi didalam menentukan apakah itu sesuai dengan harga pasar atau tidak,” ungkap Dedy.

“Jadi yang namanya Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) itu, mereka itu sudah disumpah di dalam melaksanakan tugasnya, dan itu seharusnya tahu,” jelasnya.

“Harga pasar sekian harga Nilai Jual Obyek Pajak (NJOP) sekian, ketika harga pasar dan NJOP ada penggelembungan dan itu cukup jauh, maka itu bisa menjadi pelanggaran yang berujung pada pidana,” terangnya.

“Justru ditetapkannya menjadi tersangka, semua penegak hukum harus mewaspadai, apakah ini sudah menjadi tradisi di dinas ataukah menjadi tradisi rutin, ini harus ditelusuri,” pungkasnya.