Kami Pernah Ditegur Warga Terkait Parkir

Dengar Pendapat Tentang PKL KBS

Dengar Pendapat Tentang PKL KBS

Surabaya – Belum selesai mengurusi masalah kematian hewan yang ada di Kebun Binatang Surabaya (KBS). Rupanya Perusahaan Daerah Taman Satwa (PDTS) KBS Surabaya tengah mempersoalkan keberadaan dari Pedagang Kaki Lima (PKL) yang menempati sebagaian lahan parkir sisi barat KBS.

Bukannya mengurusi koleksi satwa yang saat ini berada dalam kondisi yang cukup mengkawatirkan. Tidak tertutup kemungkinan permasalah ini merupakan pengalian isu dari PDTS KBS atas kematian beberapa hewan yang terus terjadi belakangan ini.

Irwanto Limantoro anggota Komisi A bidang Hukum dan Pemerintah (Hum Pem) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya mengatakan, seharusnya PDTS tidak perlu terlalu mengurusi PKL yang ada dilahan parkir KBS.

“Tolonglah jangan terlalu menekan para PKL, kita sama – sama cari makan jadi tidak usahlah terlalu mempersoalkan masalah PKL,” tambahnya.

“Kalau memang untuk diteribkan saya sangat setuju dan mendukung, tapi jangan terlalu kencang untuk menekan PKL, diberi saja batasan untuk PKL berjualan,” ungkapnya.

Ratna Achjuningrum Direktur Utama (Dirut) PDTS KBS Surabaya menuturkan, sebenarnya PKL diperbolehkan berjualan dilahan parkir KBS asalkan bisa menjaga ketertiban dan kebersihan. Namun, tidak memperbolehkan mendirikan lapak dan meja di area tersebut.

“Jika ada satu saja lapak atau meja yang berdiri di area lahan parkir, petugas kami akan segera menindak secara tegas dan tidak segan untuk mengusirnya,” ungkapnya.

“Dan saya juga berharap kepada pedagang asongan jangan ada yang menjual kacang karena nanti bisa menganggu kesehatan satwa yang ada di KBS, dan kami juga tidak pernah menarik retribusi apapun dari pedagang,” tuturnya.

Ratna menjelaskan, sebenarnya pihak PDTS sudah menyediakan ruang ekonomis, yaitu tempat khusus bagi PKL yang berada di dalam KBS. Ruang tersebut memang disewakan kepada PKL untuk berjualan, dan harus membayar 200 ribu perbulan kepada pihak pengelola KBS.

“Karena kalau hari sabtu, minggu, dan hari besar pengunjung sangat rame, kalau PKL berjualan dilahan parkir nanti parkir motor jadi meluber di jalan, kami pernah mendapat teguran dari warga setempat dan juga Dinas Perhubungan (Dishub), makanya perlu kami bahas,” jelasnya.