SMK Mini, BLK nya Para Santri Yang Tidak Sekolah

soekarwo, gubernur prov Jatim

soekarwo, gubernur prov Jatim

Jawa Timur – Untuk sementara seebanyak 40 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Mini dengan anggaran sebesar Rp 10 miliar, akan didirikan dan disebar di dalam Pondok Pesantren di Jawa Timur.

Kendati berlabel SMK, tidak menggunakan kurikulum nasional siswa yang ada di dalam SMK Mini hanya diajarkan satu bidang keahlian saja.

Menurut Soekarwo, Gubernur Jawa Timur, SMK Mini sebenarnya hampir sama dengan Balai Latihan Kerja (BLK), yang hanya melatih murid yang masih usia sekolah dan dengan masa belajar hanya enam bulan.

SMK Mini merupakan program pendidikan singkat dengan beberapa program studi (Prodi) yang telah ditentukan diantaranya prodi pengelasan, tataboga, perhotelan, mesin, perkapalan hingga teknik sipil.

Untuk merangsang pendirian SMK Mini, tiap pesantren diberikan dana hibah senilai Rp 250 juta untuk mempersiapkan aneka peralatan penunjang pendirian SMK Mini. Prodi yang disiapkan di SMK Mini, merupakan prodi yang diminta bursa kerja. “Jadi pasar butuhnya apa, nanti SMK Mini yang akan menyiapkannya,” terang Karwo.

Menurut sumber Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, beberapa pesantren yang memiliki SMK, ternyata tidak semua santrinya bersekolah. Diharapkan, dengan SMK Mini, santri yang tidak sempat bersekolah bisa ditampung dan diberikan pelatihan keterampilan kerja di SMK Mini.