20 Miliar Per Tahun Dana Hibah Ke Kadin, Disimpangkan

logo kadin jatim

logo kadin jatim

Jawa Timur – Bagian Reskrimsus (Reserse Kriminal Khusus) Kepolisian Daerah Jawa Timur (Jatim), saat ini sedang intensif mengusut korupsi dana hibah yang diterima oleh Kadin (Kamar Dagang & Industri) Jawa Timur (jatim).

Sebagaimana diketahui, setiap tahun Kadin Jatim memperoleh dana hibah untuk kegiatan & pembinaan anggota Kadin Jatim dari pemprop Jatim, yang besarnya lebih dari Rp. 20 milyar per tahun. Sedangkan dananya sendiri diambilkan dari APBD Propinsi Jatim.
Pemberian dana hibah dari uang rakyat pada Kadin Jatim ini sebenarnya banyak dipermasalahkan masyarakat, Karena apa dasar & relevansinya sehingga sebuah organisasi profesi seperti Kadin bisa mendapat dana yang sedemikian besar dari uang negara yakni APBD untuk kegiatannya. Jika dengan alasan untuk pembinaan dan pembiayaan kegiatan para anggota Kadin, Kadin Jatim sendiri sudah menarik uang pangkal & iuran dari para anggotanya untuk hal tersebut.
Jika dengan alasan untuk membiayai kegiatan organisasi profesi dll, tentunya semua organisasi kemasyarakatan & organisasi profesi seperti INI (ikatan Notaris Indonesia), SPSI (Serikat Pekerja Seluruh Indonesia), dll juga harus mendapatkan hibah yang jumlahnya sama dengan yang diperoleh Kadin.

Polisi dalam hal ini Polda jatim, bukan memeriksa kenapa Kadin Jatim bisa menerima dana hibah dari pemprop (pemerintahan Propinsi) Jatim. Akan tetapi yang diperiksa adalah apakah pemanfaatan & penggunaan dana hibah tersebut sudah sesuai aturan & apakah akuntabilitasnya dapat dipertanggungjawabkan

Sebagaimana diketahui, sesuai dengan peraturan perundangan menggenai dana hibah yang berasal dari keuangan negara, penggunaan dana hibah tersebut harus dibuatkan laporan pertanggungjawaban dari penerima dana hibah kepada yang mengucurkan dana tersebut, dalam hal ini adalah pemprop Jatim.

Polisi mencium adanya pemanfaatan & penggunaan dana hibah itu  ada yang tidak bisa dipertanggungjawabkan akuntabilitasnya, karena digunakan untuk kegiatan fiktif atau ada kegiatan yang pembiayaannya diduga di-mark-up. Misalnya kegiatan untuk pelatihan/seminar sehari yang diikuti hanya oleh 20 peserta, akan tetapi menghabiskan anggaran Rp. 500 juta, atau misalnya pembagian dana untuk pembinaan kegiatan anggota Kadin, uang yang diterima hanya Rp. 20 juta, akan tetapi yang bersangkutan harus menandatangani kuwitansi senilai Rp. 300 juta, dll

Karena terlampau besarnya dana yang di-mark-up & digunakan untuk kegiatan fiktif, dalam pembuatan laporan pertanggungjawaban, tampaklah pertanggungjawaban keuangan negara yang berasal dari APBD itu kedodoran. Sehingga ada tudingan bahwa uang negara dari APBD Jatim yang disalurkan sebagai dana hibah dari pemprop Jatim pada Kadin Jatim, hanyalah jadi bancakan bagi oknum pengurus Kadin Jatim & Oknum pejabat di pemprop Jatim. Dimana dalam proses pengucuran & pemanfaatan dana hibah untuk Kadin Jatim ini melibatkan Biro Perekonomian Pemprop Jatim, Badiklat (Badan Pendidikan & Pelatihan) Pemprop Jatim dll.

Untuk menyelidiki kasus ini, Reskrimsus Polda Jatim telah melakukan penyelidikan & meminta keterangan pada beberapa pejabat pemprop Jatim. Selain itu Polda jatim juga telah memeriksa beberapa pengurus Kadin Jatim yakni Nelson Sembiring, Diar Kusuma Putra yang saat ini juga menjabat sebagai presiden direktur Persebaya (Persatuan Sepakbola Surabaya), dkk.

Masyarakat menunggu hasil dari penyelidikan dan keberanian polisi, karena warga Jatim tentunya tidak ingin bahwa dana pembangunan untuk warga Jatim dari dana APBD, ternyata salah sasaran dan tidak ada manfaatnya untuk masyarakat jatim. Dimana dana hibah ini, hanya dihamburkan untuk dijadikan bancakan oleh oknum kadin Jatim dan pejabat pemprov jatim.

Untuk info lebih lanjut bisa menghubungi:

1. Diar Kusuma Putra, pengurus Kadin Jatim, HP: 081553100007
2. Nelson Sembiring, pengurus Kadin Jatim, HP: 0818587830
3. Dedi, Wakil Ketua Kadin Jatim, HP: 0811306216
4. Rudy Budiman, pengurus Kadin Jatim, HP: 0811371218
5. Kus Bachrul, pengurus Kadin Jatim, HP: 08165409271
6. AKP Drajad, Intel Polda Jatim, HP: 081216116111 ; 081332417771
7. Kompol Ktut, Reskrimsus Polda Jatim, HP: 0818371914