Transaksi Terlampaui, Batik Harus Dikemas Bagus Untuk Hadapi AEC

budi setiawan (kadisperindag jatim), mendapingi soekarwo (gubernur jatim) dan nina kirana soekarwo (ket dekranasda jatim) pada pemotongan pita pameran batik, bordir dan aksesoris

budi setiawan (kadisperindag jatim), mendapingi soekarwo (gubernur jatim) dan nina kirana soekarwo (ket dekranasda jatim) pada pemotongan pita pameran batik, bordir dan aksesoris 2014

Jawa Timur – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim melalui Dinas Perindustrian Dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jawa Timur, pada 14-18 Mei 2014 lalu menggelar Pameran Batik, Bordir dan Aksesori di Grand City Surabaya dan diikuti oleh 38 daerah kabupaten/kota di Jawa Timur untuk mengisi sekitar 175 stan yang ada.

Soekarwo, Gubernur Jawa Timur, pada pembukaan Pameran Batik, Bordir dan Asesoris tersebut mengatakan bahwa dengan semakin luasnya metode pemasaran seperti majunya tehnologi informasi seperti website, diharapkan perdagangan batik, bordir dan asesoris asal Jawa Timur lebih luas jangkauan pemasarannya dan juga semakin dikenal di dunia khususnya di wilayah ASEAN, Asia, Eropa, Afrika dan Amerika.

Soekarwo mengingatkan dengan adanya pemberlakuan ASEAN Economic Community (AEC) 2015, maka hasil produk Indonesia khususnya Jawa Timur harus mempunyai standar dan kemasan yang bagus dan menarik termasuk kerajinan batik, bordir dan asesoris agar bisa bersaing di pasar internasional.

Disisi lain, Nina Kirana Soekarwo, Ketua Dewan Kerajinan Daerah (Dekranasda) Jawa Timur, mengungkapkan bahwa perkembangan kerajinan batik, bordir dan asesoris di Jawa Timur cukup bervariasi dibandingkan dengan provinsi lain. “Hasil kerajinan Batik Jawa Timur, memiliki berbagai corak serta motif yang bervariasi dan pada setiap daerah kabupaten/kota di Jawa Timur memiliki corak maupun motif yang berbeda,” jelas Nina

budi setiawan (kadisperindag jatim), mendapingi nina kirana soekarwo (ket dekranasda jatim) dan soekarwo (gubernur jatim) pada pemukulan gong di pameran batik, bordir dan aksesoris 2014

budi setiawan (kadisperindag jatim), mendapingi nina kirana soekarwo (ket dekranasda jatim) dan soekarwo (gubernur jatim) pada pemukulan gong di pameran batik, bordir dan aksesoris 2014

Sedang Budi Setiawan, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur menyampaikan industri batik di Jawa Timur memiliki perkembangan yang pesat dan di masing-masing daerah kabupaten/kota di Jawa Timur memiliki cirri khas tersendiri. Budi mencontohkan pada tahun 2013 industri batik di Jawa Timur tumbuh sekitar 12 persen. Sedang untuk ekspor tumbuh sekitar 15 persen. “Untuk pasar ekspor, lebih didominasi oleh Afrika, Asia, dan Cina,” terang Budi.

Untuk meningkatkan daya saing bagi perajin batik, Dinas Perindustrian Dan Perdagangan Provinsi melaksanakan pelatihan batik. Hal ini dimaksudkan agar para perajin mampu menangkap kebutuhan pasar dalam pemanfaatan batik untuk dikembangkan mulai dari bahan yang digunakan, corak hingga desain batik yang cocok jika dipakai sebagai busana.

Pada penyelenggaraan lalu, target adanya transaksi langsung antara produsen dengan konsumen yang diperkirakan sebesar Rp 12 miliar, ternyata terlampaui dengan adanya transaksi langsung selama pelaksanaan pameran sebesar Rp 15 miliar./* adv