Tim Seleksi KPU Minta Dibubarkan

KPU

KPU

Malang – Peserta rekrutmen Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Batu yang sebagian besar tidak lolos karena adanya permainan oleh Tim Seleksi mendatangi KPU Jawa Timur (Jatim).

Di Batu ada 42 orang yang mengikuti tes dan telah lolos tahapan administrasi. Untuk masuk 20 besar, beberapa nama pun berguguran hingga menuju 10 besar.

Justru yang disesalkan para peserta, ada orang yang saat melaksanakan Pemilihan Legislatif (Pileg) tanggal 09/04/2014 lalu gagal menjalankan tugasnya, justru lolos seleksi hingga masuk 10 besar.

Belum lagi masalah administrasi yang tidak transparan, karena dari 10 besar yang masuk, justru ada yang tidak melengkapi berkas administrasinya.

Hal ini disampaikan Suwarno merupakan salah satu peserta tes yang juga sebagai Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Bumiaji, Kota Batu. Menurut Suwarno, kedatangan mereka ke KPU Jatim untuk protes masalah dugaan pelanggaran rekrutmen dan Tim Seleksi yang tidak menjalankan tes itu sesuai Peraturan KPU dan perundangan yang berlaku.

Bahkan mereka meminta agar rekrutmen KPU yang ada di Kota Batu dianulir alias dibatalkan. Bersama 8 orang perwakilan para peserta, Suwarno tidak berhasil menemui salah satu anggota KPU Jatim.

Informasinya, anggota KPU Jatim itu berada di Sampang, meninjau persiapan pelaksanaan Pemilihan Presiden (Pilpres) karena pada Pileg tanggal 09/04/2014 kemarin, di tempat itu terjadi masalah.

Suwarno membeberkan dugaan pelanggaran Tim Seleksi rekrutmen KPU Kota Batu. Menurut dia, mantan Ketua KPU Batu Bagyo Prasasti yang ikut seleksi itu, justru gagal masuk 10 besar.

Padahal diseleksi KPU Jatim, Bagyo kabarnya menduduki ranking 7. Sementara, salah satu Petugas Pemungutan Suara (PPS) di Batu bernama Yanis, yang gagal dalam menjalankan tugasnya sebagai PPS, justru masuk 10 besar seleksi anggota KPU Kota Batu.

‚ÄúIni janggal, pasti ada permainan di tim seleksi, Yanis bisa masuk 10 besar, tapi Bagyo yang prestasinya jelas, malah gagal, ini tak mungkin,” ungkapnya.

“Kami minta hasil seleksi itu dianulir dan tim seleksinya dibubarkan, tes itu harus diambil alih KPU Jatim,” tandas Suwarno.