Taman Hias Rusak, Anggaran Dari Mana

Simon Lekatompessy

Simon Lekatompessy

Surabaya – Rusaknya tanaman hias milik Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya akibat pembagian es krim secara gratis oleh PT Unilever membuat beberapa anggoa Komisi C bidang Pembangunan (Pemb) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya melakukan inspeksi mendadak (sidak).

“Kita berterimakasih Pemkot Surabaya sangat merespon, untuk mengatasi problem ini,” kata Simon Lekatompessy Wakil Ketua Komisi C.

“Karena ini wajah kota surabaya, dan hari senin kita juga akan panggil, kita mau tahu sumber pembiayaan dari mana, kalau dari anggaran, anggaran yang mana,” tanyanya.

“Karena pihak ketiga (PT Unilever) sudah menyanggupi, tapi apakah Pemkot Surabaya telah menerima yang kita sendiri belum tahu,” paparnya.

“Oleh karena itu senin kita panggil untuk mengetahui permasalahan itu, kalaupun Walikota Surabaya mau mempidanakan itu urusan lain,” terang Simon.

Berdasar informasi, kerugian akibat dari pembagian eks krim secara gratis ternyata hanya untuk memenuhi nafsu dari penghargaan yang diinginkan oleh PT Unilever.

Pemkot Surabaya menyatakan bahwa kerugian sekitar Rp (rupiah) 1 miliar. Tetapi ada hal yang mengejutkan ternyata PT Unilever akan memberikan dana Rp 1,2 miliar. Yang menjadi pertanyaan kenapa PT Unilever memberikan lebih. Untuk siapakah dana Rp 200 juta tersebut.