Dicerca Pertanyaan Terkait Es Krim Gratis, DKP Surabaya Bungkam

Es Krim

Es Krim

Surabaya – Es krim gratis yang diadakan oleh PT Unilever guna mendapatkan rekor makan es krim terbanyak mulai menuai kecaman.

Sachiroel Alim Anwar Ketua Komisi C bidang Pembangunan (Pemb) Dewa Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya membuktikan dengan photo bahwa dirinya melihat pada saat kejadian itu meihat ada petugas dari Badan Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat (bakesbang Linmas) Surabaya serta dari Dinas Perhubngan (Dishub) Surabaya.

Padahal sebelumnya secara kompak Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Surabaya mengatakan tidak ada petugas keamanan yang bertugas pada saat pengunjungan mulai menginjak-injak tanaman hias.

“Saya sudah menyampaikan berkali-kali sejak lama, Car Free Day (CFD) dilarang untuk kegiatan promosi apapun, biarlah berkembang dengan sendirinya,” kata Simon Lekatompessy Wakil Ketua Komisi C.

Masih kata Simon, CFD itu menggunakan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Surabaya. Bahkan Simon menanyakan tentang anggaran untuk perbaikan taman yang rusak.

“Ada dari sebagian masyarakat dan Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Surabaya, kita tidak mau menerima uang bisa menimbulkan fitnah,” Kata Iswan perwakilan dari DKP Surabaya.

“Uang dari PT Unilever sudah diterima dan masuk di Kas Daerah sebesar Rp (rupiah) 1,2 miliar,’ jawabnya.

Agus sudarsono anggota Komisi C mengatakan pada pertemuan berikutnya pihak yang tidak hadir dalam pertemuan kali ini kembali diundang. Mereka yang tidak hadir diantaranya, PT Unilever serta Kepolisian.

Adi Suarwijono anggota Komisi C mencerca pertanyaan yang ditujkan pada DKP Surabaya. “Kenapa sudah tahu seperti itu, malah tidak dibubarkan saja, kenapa besarnya Rp 1,2 miliar, apa itu keinginan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya,” tanyanya.

“Kenapa Tidak dilanjutkan ke jalur hukum, sebelumnya getol untuk memperkarakan kasus tersebut, apakah ini bentuk dari pencitraan, dan apakah SKPD ada anggaran untuk itu,” tanyanya lagi. Namun dari DKP Surabaya sama sekali tidak berkutik untuk menghindar serangan pertanyaan dari Adi.