Korupsi Pembelian Pesawat Tidak Tersentuh KPK

ada korupsi dibalik pembelian pesawat garuda

ada korupsi dibalik pembelian pesawat garuda

Jakarta – Korupsi pada pembelian 5 pesawat Boeing 777-300KR oleh PT Garuda Indonesia Airlines (GIA) dan 6 pesawat Airbus A320 oleh Citilink (anak perusahaan PT GIA) bernilai Rp 20 triliun dipastikan menyeret nama baru.

Suap sebesar Rp 650 miliar untuk Dirut PT Garuda, Emirsyah Sattar yang dibantu Jun, seorang Vice Presiden di PT Garuda Indonesia, untuk memuluskan pembelian pesawat tersebut.

Dana sebesar Rp 650 miliar, sebagian, diduga mengalir ke Dino Patti Djalal (mantan Dubes RI untuk USA/juru bicara Presiden SBY) dan Muhammad Luthfi (mantan Kepala BKPM RI, Dubes RI untuk Jepang, Menteri Perdagangan) yang memiliki hubungan dekat dengan Emirsyah Sattar.

Penyelidikan dan penyidikan korupsi secara profesional akan mampu mengungkap pelaku tindak pidana korupsi. Kecuali ada rekayasa dan pengkaburan permasalahan seperti yang terjadi pada kasus korupsi PT Merpati Nusantara Airlines dengan pembelian 15 unit pesawat MA 60 buatan China (sekarang Tiongkok).

Dugaan korupsi dalam pembelian 15 unit pesawat MA60 sudah dilaporkan ke KPK. Namun diambil alih oleh Kejaksaan Agung dengan memproses kasus korupsi sewa menyewa pesawat Boeing yang menyeret Dirut Merpati Hotasi Nababan ke meja hijau meski akhirnya diputus bebas.

Johan Budi, Juru Bicara KPK, mengatakan, pemeriksaan terhadap para pelaku korupsi akan dilakukan sesuai dengan mekanisme serta berdasarkan data yang valid.