Jangan Jadi Pejabat, Kalau Otak Tidak Dipakai

BPJS

BPJS

Surabaya – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan yang diprakarsai oleh pemerintah pusat ternyata tidak sejalan dengan apa yang diharapkan oleh masyarakat banyak.

Sejak didengungkan program tersebut, sampai saat ini berdasar fakta dilapangan tidak sedikit pemegang kartu BPJS Kesehatan tidak tahu lembaga kesehatan yang sudah bekerja sama.

“Saya pernah berobat, setelah saya tunjukkan kartu BPJS Kesehatan tetap dikenakan biaya, setelah saya tanyakan ke petugasnya, klinik ini tidak bekerja sama dengan BPJS,” kata Murni.

“Pemerintah itu harusnya mewajibkan pemasangan stiker yang bertuliskan sudah bekerja sama, biar kita ini mengerti dan tidak datang ke mereka, sudah bayar BPJS masih disuruh bayar lagi,” tambahnya.

“Yang bodoh itu masyarakat atau pemerintah, sih,” tanya Budi. “Kalau punya program itu harusnya dimatangkan terlebih dahulu, baru dilaksanakan, biar kita ini tidak pada bingung dan merasa dibodohi,” tambahnya.

“Apa pemerintah ingin melihat kita marah, terus mengejar-kejar petugas BPJS Kesehatan sampai lemas terus kita hajar, apa maksudnya begitu,” geramnya.

“Wahai pejabat yang di Jakata, anda itu orang terpilih dan berotak, kalau otaknya tidak pernah dipakai, tolong jangan jadi pejabat, menyusahkan saja,” pungkasnya.