Semua Akses Telepon Walikota Mati Terkait Lokalisasi Dolly

Baktiono

Baktiono

Surabaya – Penutupan beberapa lokalisasi prostitusi di surabaya mulai menuai kritikan. Bahkan Wisnu Sakti Buana (WS) merupakan Wakil Walikota (Wawali) Surabaya juga kurang sependapat dengan langkah dari Tri Rismaharini (Risma) Walikota Surabaya.

Baktiono Ketua Komisi D bidang Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya angkat bicara.

“Kalau, DPRD, warga serta masyarakat, itu setuju-setuju saja untuk penutupan lokalisasi,” kata baktiono. “Tapi janjinya walikota bilang kesana kemari kalau tidak segera dipenuhi, ya, warga akhirnya melawan seperti itu,” tambahnya.

“Itukan sudah ada contohnya, seperti di tambak asri juga demikian janjinya para mucikari diberi 10 juta setelah ditutup, ternyata tidak,” paparnya.

“Malah warganya membuka usaha yang sejenis, kalau Komisi D melihat saja, kita sudah mengingatkan berulang kali, wuludkan dahulu yang disampaikan walikota,” pintanya. “Jangan asal bilang, dia itu pimpinan di kota ini,” tegasnya.

Ketika disinggung terntang komunikasi terkait penutupan Dolly pada tanggal 19/07/2014 nanti. “Walikota mana bisa diajak komunikasi, sekarang ini telepon selulernya juga sudah tertutup, teleponnya juga tertutup,” jelasnya.

Masih kata Baktiono, semua tim ahli yang selalu mendampingi Risma ternyata mengalami nasib yang tidak beruntung dalam arti sudah diberhentikan.

Baktiono menambahkan, DPRD Surabaya dalam hal ini hanya mengingatkan saja lewat media masa maupun kritikan-kritikan yang ditujukan ke Walikota.

Mengenai masukan dari berbagai pihak juga disampaikan ke petugasnya serta Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). “Makanya di Klakah Rejo dan juga Sememi saja tidak bisa nutup, malah dilempari telor, apalagi di dolly,” pungkasnya.