Cawapres Pendamping Jokowi Harus Penuhi 2 Syarat

joko widodo

joko widodo

Jakarta – Wakil Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Ahmad Basarah mengungkapkan ada dua syarat utama dalam menentukan calon wakil presiden (cawapres) pendamping Joko Widodo (Jokowi). calon presiden (capres) dari partai PDI-P itu.

Kedua syarat yang harus dimiliki cawapres tersebut yaitu, harus mampu memastikan kemenangan Pemilu Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2014. Cawapres juga wajib mampu untuk menjamin efektivitas pemerintahan RI yang akan datang.

‚ÄúAda dua pertimbangan atau syarat utama cawapres. Pertama mampu memastikan kemenangan pasangan. Kedua, mampu melakukan efektivitas pemerintahan,” kata Ahmad Basarah. ‚ÄúEfektivitas itu penting agar dalam menjalankan roda pemerintahan itu dapat berjalan chemistry,‚ÄĚ lanjut Ahmad Basarah usai menghadiri Diskusi Dinamika Internal Partai Jelang Pilpres 2014 di Menteng, Jakarta,

Ahmad Basarah mengungkapkan dua syarat utama itulah yang menjadi bahan pertimbangan bagi Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dalam menentukan keputusan. ‚ÄúItu dilakukan agar membawa kemaslahatan bagi masyarakat Indonesia,‚ÄĚ terang Ahmad Basarah.

‚ÄúCawapres itu sangat bervariasi ada latar belakang sipil, militer, akademisi dan kita saat ini mengarah pada proses pengerucutan terkait cawapres,‚ÄĚ sambung Ahmad Basarah.

Nama-nama yang muncul di permukaan terkait cawapres yang dianggap layak mendampingi Jokowi dalam Pilpres 2014 adalah mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD, Ketua KPK Abraham Samad, mantan KSAD Jenderal TNI Purnawirawan Ryamizard Ryacudu, Panglima TNI Jenderal Moeldoko dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama.

Semua cawapres yang diinventarisasi partai masih punya peluang yang sama dan keputusan pengumuman itu tergantung Ketua Umum PDI Perjuangan berdasarkan pertimbangan politik.

‚ÄúSemua masih punya kans dan beberapa nama itu digodok oleh cawapres. Dan tidak lebih dari lima nama. keputusan pengumuman itu tergantung oleh bu Mega berdasarkan pertimbangan politik,‚ÄĚ ungkap Ahmad Basarah.