PKS Perduli Lingkungan Serta Bersih-Bersih Sungai

pksSurabaya – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Surabaya berpendapat bahwa kota Surabaya sudah waktunya memperbaiki kondisi lingkungannya antara lain melakukan reformasi kualitas air, program lingkungan perkampungan dan memberikan anggaran yang cukup untuk mendukung program pemeliharaan lingkungan.

Tak kurang dari 100 kader dan relawan PKS Surabaya mengikuti apel siaga untuk mengawali program peduli lingkungan yang kemudian akan terus dilakukan secara periodic ke seluruh kampong dan wilayah kota Surabaya.

Didampingi Hamy Wahjunianto Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKS Jawa Timur (Jatim), Ibnu Shobir ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PKS Surabaya mengatakan bahwa peserta apel siaga yang digelar kali ini, masing-masing akan membawahi 500 kader di 31 Kecamatan di Surabaya.

“Acara ini digelar sebagai simbolis, yang tentu akan kami teruskan sampai ke seluruh wilayah kota Surabaya terutama di kampong-kampung, karena kondisi lingkungan di wilayah kota Surabaya sudah terlihat memprihatinkan, jika tidak kita mulai kepedulian ini maka kondisinya akan semakin parah,” ucap Ibnu.

Ibnu juga berpesan kepada seluruh masyarakat kota Surabaya untuk turut serta berperan menjaga lingkungan, karena tanpa peran aktif warga kota Surabaya maka perjuangan PKS pro lingkungan akan sia-sia belaka.

“Jangan sampai langitnya biru tetapi airnya keruh, peran masyarakat kota Surabaya sangat diperlukan, karena menjaga lingkungan akan berdampak langsung kepada warga, untuk itu kamikader PKS akan terus mendorong program peduli lingkungan sampai ke tingkat Legeslatif,” tambahnya.

“Kalau untuk pendidikan bisa 30 persen dan kesehatan bisa 10 persen, maka kami berharap Pememrintah Kota (Pemkot) Surabaya bisa menganggarkan dana untuk penyelamatan lingkungan lebih dari 10 persen, karena masalah ini juga tidak kalah pentingnya,” ujar Achmad Zakaria Sekretaris DPD PKS Surabaya..

“Kami ingin legeslatif PKS yang ada di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya bisa membawa pesan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) pro lingkungan dengan kisaran 10 persen dari total APBD, dan tertuang dalam bentuk perda karena sudah saatnya lingkungan hidup diberikan perhatian khusus,‚ÄĚ tandas Reni Astuti Leislatif Surabaya dari PKS.