PAW WS Dari PDIP Ditolak Gubernur Jatim

MMSurabaya – Keputusan Soekarwo Gubernur Jawa Timur (Gub Jatim) menolak surat usulan Pergantian Antar Waktu (PAW) terhadap Whisnu Sakti Buana (WS) rupanya berbuntut panjang, sedangkan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menilai penolakan dilakukan sepihak.

PAW WS yang saat ini menjabat sebagai wakil walikota Surabaya ditolak lantaran melebihi batas waktu pengajuan. Sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) nomer 16 tahun 2010 tentang peraturan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) disebutkan PAW diproses paling lambat 6 bulan sebelum masa aktif DPR.

Perlu diketahui, masa kerja Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya selesai pada tanggal 24/08/2014 mendatang. Namun PAW WS dikirim ke Gubernur pada tanggal 26/02/2014 oleh walikota Surabaya.

“PAW WS ditolak, karena melebihi batas waktu, jadi tidak bisa diproses,” kata Moch Machmud Ketua DPRD Surabaya.

Machmud menolak dituding menghambat PAW WS yang akan diganti Siti Mariam. Machmud mengatakan, selain pengajuan memang mepet, berkas PAW selama ini berada di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Surabaya. Pada tanggal 21/02/2014 lalu, dewan menerima surat dari KPU. Saat itu juga, Machmud langsung mengirim ke Walikota Surabaya.

WS Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Surabaya mempertanyakan keputusan tersebut dan menilai keputusan Gub Jatim itu sepihak. Menurut WS, keterlambatan proses surat usulan PAW bukan kesalahan partai.

“Kalau memang¬† ada keterlambatan kita evaluasi, alasan jelasnya gimana, kita ngirimnya tidak telat, jadi tidak bisa memutuskan secara sepihak seperti itu,” kata WS.

“Sementara ini suratnya belum sampai dipartai jadi kita belum bisa mengevaluasi, nanti kalau suratnya tiba pasti kita evaluasi,” jelasnya. “Kita akan konsultasikan ke kemendagri, karena keterlambatan proses itu bukan kesalahan kita,” tegasnya.