Intruksi KPU Surabaya, Kampanye Terbuka, Dilarang Konvoi

kpuSurabaya – Masa kampanye terbuka yang tinggal menunggu hitungan hari dan benar-benar dipersiapkan secara khusus oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Surabaya. Pasalnya, jadwal kampanye terbuka untuk tahun ini diatur langsung oleh KPU Pusat yang berbeda dengan Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2009 silam, dimana KPU Kabupaten dan Kota memiliki kewenangan mengatur jadwal sendiri.

Kampanye terbuka dijadwalkan dimulai pada tanggal 16/03/2014 hingga 05/04/2014. Oleh sebab itu, KPU Surabaya melakukan rapat koordinasi dengan Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu), Badan Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat (Bakesbang Linmas) Surabaya, Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Surabaya, Kepolisian Resor (Polres) Tanjung Perak, dan Partai Politik (Parpol) peserta pemilu.

Eko Waluyo Suwardiono Ketua KPU Surabaya mengatakan, kampanye setiap Daerah Pemilihan (Dapil) Calon Legislatif (Caleg) Surabaya membutuhkan tempat. Padahal tidak semua dapil memiliki ruang kampanye terbuka. Kota pahlawan masih kekurangan tempat. Karenanya, hasil rapat yang dilakukan selama 3 jam menyepakati 3 tempat sebagai lokasi kampanye.

“Lapangan Dupak jalan Dupak Bangunrejo, lapangan sepak bola Dukuh Jerawat Kecamatan Pakal, lapangan Karang Pilang di jalan Karang Pilang, ini khusus caleg kota Surabaya,” kata Eko.

Eko menambahkan, untuk lokasi kampanye Caleg Provinsi dan Nasional, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menyediakan 4 lokasi, diantaranya lapangan Gelora 10 Nopember, Gelora Pacasila, Jatim Xpo, Lapangan Flores.

“Kalau di luar itu bisa, asal dapat izin dan kepolisian tembusan KPU Surabaya dan Panwas, paling lambat 3 hari sebelum kampanye,” tuturnya.

Penyusunan jadwal kampanye yang diatur langsung oleh KPU Pusat sedikit membuat KPU Surabaya bekerja lebih ekstra. Pasalnya, selain karena hanya memiliki tiga tempat, dalam setiap harinya bisa dipastikan akan banyak caleg yang kampanye secara bergilir.

“Sehari bisa 3 kali kampanye, Nasional, Provinsi dan Kota, cuma nasional itu tidak hanya Surabaya, ini masih mungkin longgar,” tegasnya.

Masih kata Eko, pada saat kampanye, massa dari masing-masing caleg tidak diizinkan melakukan konvoi, iring-iringan di jalanan, bahkan dilarang menggunakan mobil bak terbuka.