Genjot Pariwisata Dengan Promosi Aktif

Jawa Timur – Langkah Dinas Pariwisata Provinsi Jawa Timur dalam mendatangkan wisatawan baik domestik maupun manca negara dilakukan dengan gencar. Selain ajang promosi tahunan melalui Majapahit Travel Fair (MTF) untuk tingkat internasional, Dinas Pariwisata Jawa Timur juga bekerjasama dengan pihak terkait didaerah kabupaten/kota di Jawa Timur mengadakan event Jatim Travel Mark (JTM) untuk mempromosikan obyek wisata daerah setempat.

Menurut Jarianto, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Jawa Timur, promosi pariwisata harus dilakukan dengan bagus untuk menumbuhkan kepercayaan para wisatawan agar menjadikan Jawa Timur menjadi salah satu tujuan wisata.

Untuk hasil pelaksanaan MTF data dari Dinas Pariwisata Provinsi Jawa Timur, di tahun 2011, buyer dari dalam dan luar negeri sebanyak 52 orang, Seller dari dalam dan luar jawa timur sebanyak 44 orang, Pameran dan Bursa Pariwisata ada 132 stand dengan total hasil transaksi Travex dan Pameran sebesar Rp. 27,77 milyar.

Untuk tahun 2012, buyer dari dalam dan luar negeri sebanyak 69 orang, Seller dari dalam dan luar jawa timur sebanyak 58 orang, Pameran dan Bursa Pariwisata ada 126 stand dengan total hasil transaksi Travex dan Pameran sebesar Rp. 34,89 milyar.

Di tahun 2013, buyer dari dalam dan luar negeri sebanyak 78 orang, Seller dari dalam dan luar jawa timur sebanyak 69 orang, Pameran dan Bursa Pariwisata ada 135 stand dengan total hasil transaksi Travex dan Pameran sebesar Rp. 38,6 milyar.

Dari segi jumlahnya, wisatawan dibedakan atas :
1. Individual Tour (wisatawan perorangan), yaitu suatu perjalanan wisata yang dilakukan oleh satu orang atau sepasang suami-isteri.
2. Family Group Tour (wisata keluarga), yaitu suatu perjalanan wisata yang dilakukan oleh serombongan keluarga yang masih mempunyai hubungan kekerabatan satu sama lain.
3. Group Tour (wisata rombongan), yaitu suatu perjalanan wisata yang dilakukan bersama-sama dengan dipimpin oleh seorang yang bertanggung jawab atas keselamatan dan kebutuhan anggotanya. Biasanya paling sedikit 10 orang, dengan dilengkapi diskon dari perusahaan principal bagi orang yang kesebelas. Potongan ini berkisar antara 25 hingga 50 % dari ongkos penginapan atau penerbangan.

Dari segi kepengaturannya, wisata dibedakan atas :
1. Pra-arranged Tour (wisata berencana), yaitu suatu perjalanan wisata yang jauh hari sebelumnya telah diatur segala sesuatunya, baik transportasi, akomodasi maupun objek-objek yang akan dikunjungi.
Package Tour (paket wisata), yaitu perusahaan Biro Perjalanan Wisata yang telah bekerja sama menyelenggarakan paket wisata yang mencakup biaya perjalanan, hotel, ataupun fasilitas lainya yang merupakan suatu komposisi perjalanan yang disusun guna memberikan kemudahan dan kepraktisan dalam melakukan perjalanan wisata.
2. Coach Tour (wisata terpimpin), yaitu suatu paket perjalanan ekskursi yang dijual oleh biro perjalanan dengan dipimpin oleh seorang pemandu wisata dan merupakan perjalanan wisata yang dilakukan secara rutin, dalam jangka waktu yang telah ditetapkan dan dengan rute perjalanan yang tertentu pula.
3. Special Arranged Tour (wisata khusus), yaitu suatu perjalanan wisata yang disusun secara khusus guna memenuhi permintaan seorang langganan atau lebih sesuai keinginannya.
Optional Tour (wisata tambahan), yaitu suatu perjalanan wisata tambahan di luar pengaturan yang telah disusun dan diperjanjikan pelaksanaannya, yang dilakukan atas permintaan pelanggan.

Dari segi maksud dan tujuan, wisata dibedakan atas :
1. Holiday Tour (wisata liburan), yaitu suatu perjalanan wisata yang diselenggarakan dan diikuti oleh anggotanya guna berlibur, bersenang-senang, dan menghibur diri.
2. Familiarization Tour (wisata pengenalan), yaitu suatu perjalanan yang dimaksudkan guna mengenal lebih lanjut bidang atau daerah yang mempunyai kaitan dengan pekerjaanya.
3. Educational Tour (wisata pendidikan), yaitu suatu perjalanan wisata yang dimaksudkan untuk memberikan gambaran, studi perbandingan ataupun pengetahuan mengenai bidang kerja yang dikunjunginya.
4. Scientific Tour (wisata pengetahuan), yaitu perjalanan wisata yang tujuan pokoknya adalah untuk memperoleh pengetahuan dan penyelidikan terhadap sesuatu bidang ilmu pengetahuan.
Pileimage Tour (wisata keagamaan), yaitu perjalanan wisata yang dimaksudkan guna melakukan ibadah keagamaan.
5. Special Mission Tour (wisata kunjungan khusus), yaitu suatu perjalanan wisata yang dilakukan dengan maksud khusus, misalnya misi dagang, kesenian, dan lain-lain.
Hunting Tour (wisata perburuan), yaitu suatu kunjungan wisata yang dimaksudkan untuk menyelenggarakan perburuan biantang yang diijinkan oleh penguasa setempat sebagai hiburan semata.