Minta Segera Diselesaikan

pasarSurabaya – Untuk kesekian kalinya, rapat dengar pendapat soal relokasi pedagang pasar bambe dilakukan diruangan Komisi B bidang Perekonomian (Eko) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya.

Dilaporkan bahwa ternyata sejumlah pedagang yang tidak bersedia pindah ke lokasi baru didukung oleh Lembaga Swadaya Masyarakat Asosiasi Pedagang Kali Lima (LSM APKLI) dan Ketua Rukun Tetangga (RT) setempat.

“Sebagai pimpinan kompi yang memimpin operasi penertiban di lokasi, kami sempat kaget ketika mendengar pernyataan ketua RT setempat yang mengatakan bahwa posisinya kini berpihak kepada pedagang yang masih diluar,” jelas Iskandar Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).

Agustin Poliana anggota Komisi B yang mengatakan bahwa kondisi pasar bambe harus segera dieksekusi dan diselesaikan, karena mulai dimanfaatkan oleh sejumlah oknum untuk mengambil keuntungan pribadi dan kelompok dengan melakukan pungutan liar (pungli).

Sementara Rudi pengurus APKLI menyampaikan bahwa pedagang yang sudah patuh dan kini posisinya telah berada di dalam pasar Bambe sudah mulai merasa gerah karena hampir 3 bulan dagangannya sepi pengunjung akibat masih adanya pedagang di luar.

“Kondisi ini sangat merugikan, oleh karenanya jika Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya tidak mampu menertibkan maka seluruh pedagang didalam juga akan kembali menggelar dagangnya ketempat semula yakni diluar,” keluhnya.

Rusli Ketua Komisi B meminta kepada Satpol-PP Surabaya untuk bertindak tegas mendorong pedagang yang masih berada di luar agar bisa masuk ke dalam lokasi pasar yang telah disiapkan oleh Pemkot Surabaya.

“Yang perlu dicatat adalah, komisi B akan tetap mendukung program pemkot Surabaya terkait PKL jika di ikuti dengan alternatif lokasinya atau relokasi,” tambahnya.

“Tetapi sebaliknya, jika tidak maka kami akan berpihak kepada PKL karena hal ini menyangkut hak, untuk kasus di pasar bambe ini kami minta agar Satpol-PP segera melakukan aksi tegas menertibkan sejumlah pedagang yang masih bertahan di luar, siapapun dibelakangnya,” pungkas Rusli.