Marah, Gambar Caleg Dieksekusi

satpolSurabaya – Pencopotan terhadap baleho Calon Legislatif (photo gambar Caleg) yang maju pada Pemilihan Umum pada tahun 2014 ini, oleh tim gabungan mendapat rekasi dari para anggota legislatif surabaya yang saat ini masih menjabat.

Dalam dengar pendapat di Komisi A bidang Hukum dan Pemerintahan (Hum Pem) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya.

Armuji Ketua komisi A menyampaikan, penertiban yang dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Surabaya dibeberapa tempat dituding masih tebang pilih.

“Sampai saat ini masih banyak baliho Caleg yang belum ditertibkan,” akunya. ” Bahkan masih banyak yang belum tersentuh sama sekali, terlebih disekitaran taman kebun bibit,” terangnya.

“Berdasar Peraturan (P) KPU nomor 15, KPU menyediakan ruang atau tempat yang boleh dipasangi alat peraga,” kata Eko Sasmoti Ketua KPU Surabaya.

“Dan kami sudah melakukan sosialisasi sebelumnya,” paparnya. “Baliho tidak boleh ada gambar Calegnya,” imbuh Eko.

Masih kata Eko, terkait pembersihan tersebut. KPU sudah ada kesepatakan dengan partai. “Penertiban itu ada rekomendasi dari Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Surabaya,” jelasnya.

“Paswaslu bukan eksekutor dalam hal ini,” kata Wahyu haradi Ketua Panwaslu Surabaya.”Akibat penertiban itu, kami dikomplin terlebih para Caleg incumbent,” akunya.

“Panwaslu dalam hal ini hanya merekomendasi dan yang berwenang adalah aparat sendiri,” pungkasnya.

Mendapat penjelasan tersebut ternyata Lufhfiyah anggota Komisi A dari Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) menuding telah melakukan diskriminasi.

“Kalau itu untuk keindahan, semua caleg tidak boleh pasang haliho,” tegasnya.

Sumarno Kepala Badan Kesatuan Bangsa Politik dan Perlindungan Masyarakat (Bakesbangpol Linmas) Surabaya menyampaikan, pada tahun ini sedikit memberatkan rekan-rekan yang ada dilapangan.

“Kami ini hanya memfasilitasi dan membantu penertiban saja,” akunya. “Dan zonanya sudah ditentukan sebelumnya,” terang Marno.

Adies Kadir anggota Komisi A juga menyampaikan, kalau itu aturannya, mau tidak mau harus dijalankan. “kalau surabaya ingin bagus ditahun 2014 ini, tidak boleh ada 1 balehopun ada di surabaya tanpa kecualli,” tegasnya.

“Itu harus dibuatkan secara khusus, tim yang mengawasi baleho atupun banner,” pungkas Adies.