Tahanan Kasus Korupsi Diperas Jaksa

Ilustrasi Suap

Ilustrasi Suap

Semarang – Seorang tahanan kasus tindak pidana korupsi di Lapas Kedungpane, Semarang, mengaku dimintai uang oleh oknum jaksa Kejaksaan Tinggi Jawa tengah.

Permintaan sejumlah uang itu disertai janji dari sang jaksa yang akan membuat tuntutan hukuman seringan-ringannya bagi si terdakwa (sumber yang keberatan namanya disebutkan) tersebut

Menurut sumber, kenyataan yang ada sangat berbeda. Dirinya menilai tuntutan jaksa yang meminta uang kepadanya itu masih terbilang tinggi, yakni di atas 5 tahun.

Karena merasa kecewa atas tuntutan jaksa itu, Sumber tersebut melalui pengacaranya akan melaporkan oknum jaksa tersebut kepada Kejaksaan Tinggi dan Komisi Kejaksaan Nasional.

“Iya, saya dimintai uang melalui pengacara saya. Dia SMS ke pengacara, kemudian disampaikan kepada saya,” kata Sumber, saat ditemui di Pengadilan Tipikor, beberapa waktu lalu.

ia mengakui, jumlah uang yang disetor ke oknum jaksa tersebut memang tidak besar, yakni Rp 2,5 juta yang diberikannya dalam dua tahap.
“Pertama minta Rp 500 ribu, selanjutnya minta Rp 3 juta tapi saya hanya kirim Rp 2 juta,” ujar Sumber tersebut.

Oknum jaksa tersebut, memintanya mengirimkan uang ke nomor rekening seseorang. Bukan atas nama oknum jaksa itu. Menurut Sumber, modus ini biasa digunakan untuk mengaburkan jejak.

“Saya minta istri saya untuk kasih uang ke rekening yang diminta. Sampai sekarang, SMS dari pengacara dan bukti transfer masih saya simpan,” kata Sumber yang merupakan mantan pejabat di Pemerintah Provinsi Jawa Tengah itu yang sekarang ¬†menjadi penghuni Lapas Kedungpane